Beranda

Minggu, 23 Desember 2012

Miris --"

*share/tag/copas..silakan*
DIWAJIBKAN BERHIJAB BUKANLAH UNTUK MENGGANTIKAN GAYA/AKSESORIS RAMBUT
Hijab merupakan bagian dari syari’at yang penting untuk dilaksanakan oleh seorang muslimah. Ia bukanlah sekedar identitas atau menjadi hiasan semata dan juga bukan penghalang bagi seorang muslimah untuk menjalankan aktivitas kehidupannya.
Menggunakan hijab yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah WAJIB dilakukan oleh setiap muslimah, sama seperti ibadah-ibadah lainnya seperti sholat, puasa yang diwajibkan bagi setiap muslim. Ia bukanlah kewajiban terpisah dikarenakan kondisi daerah seperti dikatakan sebagian orang (karena Arab itu berdebu, panas dan sebagainya). Ia juga bukan kewajiban untuk kalangan tertentu (yang sudah naik haji atau anak pesantren).
Bila tujuan berhijab adalah menutup aurat (perhiasan), lalu mengapa menggantinya dengan penutup/pakaian yang menyerupai aurat/perhiasan dalam warna warni indah?
Dalam mengenakan hijab syar’i haruslah menutupi seluruh tubuh dan menutupi seluruh perhiasan yang dikenakan dari pandangan laki-laki yang bukan mahram. Hal ini sebagaimana tercantum dalam firman Allah Ta’ala: “dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya.” (Qs. An-Nuur: 31)
Mengenakan hijab syar’i merupakan amalan yang dilakukan oleh wanita-wanita mukminah dari kalangan sahabiah dan generasi setelahnya. Merupakan keharusan bagi wanita-wanita sekarang yang menisbatkan diri pada islam untuk meneladani jejak wanita-wanita muslimah pendahulu meraka dalam berbagai aspek kehidupan, salah satunya adalah dalam masalah berhijab. Hijab merupakan cermin kesucian diri, kemuliaan yang berhiaskan malu dan kecemburuan (ghirah).
Ironisnya, banyak wanita sekarang yang menisbatkan diri pada islam, keluar di jalan-jalan dan tempat-tempat umum tanpa mengenakan hijab sesuai syariat, tetapi malah bersolek dan bertabaruj tanpa rasa malu. Sampai-sampai sulit dibedakan mana wanita muslim dan mana wanita kafir, sekalipun ada yang memakai kerudung, akan tetapi kerudung tersebut tak ubahnya hanyalah seperti hiasan penutup kepala T___T
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata:
“Semoga Alloh merahmati para wanita generasi pertama yang berhijrah, ketika turun ayat: “dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya,” (Qs. An-Nuur: 31) “Maka mereka segera merobek kain panjang/baju mantel mereka untuk kemudian menggunakannya sebagai khimar penutup tubuh bagian atas mereka.”
Subhanallah… jauh sekali keadaan wanita di zaman ini dengan keadaan wanita zaman sahabiah.
Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa hijab merupakan kewajiban atas diri seorang muslimah dan meninggalkannya menyebabkan dosa yang membinasakan dan mendatangkan dosa-dosa yang lainnya. Sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya hendaknya wanita mukminah bersegera melaksanakan perintah Alloh yang satu ini.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Dan tidaklah patut bagi mukmin dan tidak (pula) bagi mukminah, apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, kemudian mereka mempunyai pilihan (yang lain) tentang urusan mereka, dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya. Maka sungguhlah dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” (Qs. Al-Ahzab: 36)
Bahaya Tabarruj Model Jahiliyah
Bersolek merupakan fitrah bagi wanita pada umumnya. Jika bersolek di depan suami, orang tua atau teman-teman sesama wanita maka hal ini tidak mengapa. Namun, wanita sekarang umumnya bersolek dan menampakkan sebagian anggota tubuh serta perhiasan di tempat-tempat umum. Padahal di tempat-tempat umum banyak terdapat laki-laki non mahram yang akan memperhatikan mereka dan keindahan yang ditampakkannya. Seperti itulah yang disebut dengan tabarruj model jahiliyah.
Di zaman sekarang, tabarruj model ini merupakan hal yang sudah dianggap biasa, padahal Allah dan Rasul-Nya mengharamkan yang demikian.
Allah berfirman: “Dan hendaklah kamu tetap berada di rumahmu, dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti model berhias dan bertingkah lakunya orang-orang jahiliyah dahulu (tabarruj model jahiliyah).” (Qs. Al-Ahzab: 33)
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Ada dua golongan ahli neraka yang tidak pernah aku lihat sebelumnya; sekelompok orang yang memegang cambuk seperti ekor sapi yang dipakai untuk mencambuk manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian tapi hakikatnya telanjang, mereka berjalan melenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak bisa mencium aromanya. Sesungguhnya aroma jannah tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)
Bentuk-bentuk tabarruj model jahiliyah diantaranya:
-Menampakkan sebagian anggota tubuhnya di hadapan laki-laki non mahram.
-Menampakkan perhiasannya,baik semua atau sebagian.
-Berjalan dengan dibuat-buat.
-Mendayu-dayu dalam berbicara terhadap laki-laki non mahram.
-Menghentak-hentakkan kaki agar diketahui perhiasan yang tersembunyi.
“Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.” (QS. An Nur: 31)
Perhatikan....
Kalau Allah melarang menghentakkan kaki agar orang tau perhiasan yang TERSEMBUNYI....lalu bagaimana lagi dengan perhiasan di zaman sekarang ini yang justru diPAMERkan?? Allaahul musta'an
Wallahua'lam
[berbagai sumber ahlussunnah]

Rabu, 19 Desember 2012

Upss!! ^^v

"Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, "Hendaknya menutupkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka." yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. " (QS.Al-Ahzab:59)

Selasa, 18 Desember 2012

:D

iseng ituuuuuuuuu =,=a

Lagi dan Lagi :(

ehem,
dari tadi pagi setelah buka mata sampai saat ini dalam keadaan kepanasan dikamar kosan, diotak banyak banget yang muter-muter minta di tulis. ahak (lebbay)
pagi-pagi mellek langsung ngatur posisi buka laptop niat 100% mau nyari bahan buat tugas makro, ternyata iman tak sekuat baja. modem conect buka email dan tanpa sadar buka tab baru dan langsung ngetik (twitter dewi robiana) hahahah
dan twit yang muncul pertama kali adalah twit dari temen SMA ku. gini nih bunyinya " selamat pagi dunia, semoga hari ini kulalui lebih hikmat dari kemaren" yah, kurang lebih seperti itu.
membaca twit itu langsung otak autis ku jalan, ngebayangin aku buka mata dan mengucapkan hal yang sama sambil buka jendela "selamat pagi dunia.... " belum selesai melanjutkan kalimat tiba-tiba tercium bau tak mengenakkan dari samping kosan (pup ayam) hahaha langsung tutup jendela kemabali. :D dan seketika itu juga lamunan ku buyar . hahaha
sumpir itu ayam, bener-bener menyumbang aroma terapi buat kamar kontrakan. beginalah nasip penghuni kontrakan yang disampingnya berdiri kokoh kandang ayam dan isinya.
yah saya cukupkan topik tentang ayam,
saat sedang menikmati lamunan ayam, tiba-tiba tercium bau busuk dari meja belajar, dan ternyata aku baru inget. nasi yang kemaren ku beli lupa ku makan dan akhirnya basi. saat itu juga aku merasa betapa sombongnya diri ini, seenaknya beli dan membuang makanan. :(
sebenarnya tak pernah ada niatan sedikitpun untuk buang-buang rejeki, tapi entah kenapa dari dulu sampai sekarang kebeiasan buruk ini belum bisa di tinggalkan.
dari kecil sudah sering kena omelan orang rumah, karena setiap makan tidak pernah habis dan selalu membuang nasi. :(
sampai sekarangpun juga begitu, saat sedang membeli makan dengan penuh nafsu dan yakin akan menghabiskan itu makanan. tapi tetap saja sering tidak habis dan dengan perasaan berdosa membuangnya lagi.
mengurangi porsi saat membeli atau mengambil makan, iya itu sudah dilakukan. memang kadang berhasil, tapi lebih sering gagal.
tak ingin dibilang kufur nikmat, tapi entah kenapa untuk yang satu ini susah sekali untuk menghilangkannya. padahal sudah tahu tentang sunnah rasul. bahwa rasulullah tidak pernah meninggalkan makanan sedikitpun di piringnya. tapi tetap saja.
lagi dan lagi aku membuang rejeki.
"maka nikmat Tuhan mu yang manakah yang kau dustakan? " (Ar-Rahman)
lagi dan lagi. :(

Sabtu, 15 Desember 2012

pagi dan petang ku

"(Allahumma innii as-alukal 'afwa wal'aafiata fid dun-yaa wal aakhirah, Allahumma innii as-alukal 'afwa wal'aafiata fii diinii wa dun-yaaya wa ahlii wa maalii, Allahummastur'auraatii wa aamin rau'aatii, Allahummahfazhnii min baini yadayya wa min khalfii wa'an yamiinii wa'an syimaalii, wa min fauqii wa a-'uudzu bi'azhamatika an ughtaala min tahtii)."
"Ya Allah aku mohon pada-Mu ampunan dan keselamatan di dunia dan di akhirat. Ya Allah aku mohon kepada-Mu ampunan dan keselamatan dalam urusan agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku. Ya Allah tutupilah aibku dan hilangkanlah rasa takutku. Ya Allah jagalah aku dari depan dan dari belakangku, dari sebelah kanan dan kiriku, serta dari atasku. Dan aku berlindung dengan keagungan-Mu dari apa-apa yang memperdayakanku dari bawahku." (HR.Abu Daud dan Ibnu Majah, dan di hasankan oleh Ibnu Hajar)
(dari DOA WIRID pagi dan petang) :)

mari mengkaji :')

"Mutiara sore", judulnya :')

"jiwa manusia sangat perasa dan perindu.
apabila ia telah merasakan nikmatnya sesuatu, maka ia akan terus merindukannya.
karena itu, jika seorang hamba telah mersakan manisnya keimanan,
dan indahnya iman telah menyatu dalam Qalbunya,
maka akan kokoh kecintaanya kepada-Nya,
dan selamanya tak akan goyah oleh sesuatu apapun." (Ibnul Qayyim Al Jauziyah)
hap,
batrai yang lemah harus segera di chas kembali, begitu pula dengan ruhiah yang futur.
S.E.M.A.N.G.A.T 9^^6